Kepala Laboratorium: 
Naili Saidatin, S.Si., M.Sc.

Deskripsi Laboratorium:
Laboratorium Fisika ITATS menyediakan fasilitas untuk melaksanakan praktikumvdi bidang Fisika dan Ilmu Teknik. Melalui praktikum Fisika, peserta diharapkan menguasai konsep dan Teknik dasar yang mungkin diperlukan bagi laboratorium di tingkat yang lebih tinggi, yang meliputi: mampu menguasai konsep kesalahan percobaan, mampu menggunakan alat ukur sederhana dan konsep pengukuran.

Praktikum yang diselenggarakan:
Praktikum Fisika Dasar

Kompetensi:

  1. Mampu menerapkan metode ilmiah pada fenomena Fisika dalam hal membangun hipotesis, merancang eksperimen, akuisisi data, dan Analisa data
  2. Mampu mengikuti petunjuk operasional eksperimen di laboratorium
  3. Mampu menggunakan alat-alat laboratorium secara benar dan aman
  4. Mampu bekerjasama dalam kelompok

Modul Praktikum:

  1. Modul M0 (Ketidakpastian)
    Pada modul ini bertujuan untuk memahami arti besaran, satuan dan pengukuran. Selain itu pada modul ini juga bertujuan untuk mampu menentukan ketidakpastian pada hasil percobaan dan menjelasakan arti statistiknya. Adapun alat-alat percobaan yang akan digunakan adalah: balok, mistar, jangka sorong dan mkrometer sekrup.
  2. Modul M1 (Bandul Matematis)
    Pada modul ini bertujuan untuk menetukan percepatan gravitasi dengan metode ayunan bandul sederhana dan memahami pengaruh panjang tali, masa beban dan besar sudut simpangan hasil pengukuran. Adapun alat-alat yang digunakan adalah: bandul, tali, busur, meteran, stopwatch dan timbangan.
  3. Modul M3 (Koefisien Gesekan dan Modulus Elastisitas)
    Percobaan pada modul ini bertujuan untuk menetukan koefisien gesekan statis dan dinamis serta menentukan modulus elastisitas. Adapun alat-alat yang akan digunakan adalah satu set peralatan koefisien gesekan dan satu set peralatan elastisitas.
  4. Modul T1 (Koefisien Muai Panjang)
    Percobaan pada modul ini berujuan untuk memahami dan menentukan koefisien mulai panjang suatu batang logam. Adapun alat-alat yang digunakan adalah: tabung uap, batang logam (besi, kuningan, tembaga), thermometer, ketel uap dan pemanas listrik.
  5. Modul L1 (Rangkaian Listrik)
    Pada modul ini bertujuan untuk menentukan beasaran-besaran dalam komponen rangkaian listrik seperti resistor dan kapasitor dengan mengguakan alat ukur elektronik sederhana dan secara analitik. Adapaun alat-alat yang akan digunakan adalah: resistor, multimeter analog, multimeter digital, kabel jumper dan breadboard.
  6. Modul F1 (Viskositas)
    Modul ini bertujuan untuk menentukan koefisien viskositas fluida encer dan kental. Adapun alat-alat yang digunakan adalah tabung viscosimeter Ostwald, stopwatch, gelas ukur, thermometer, mikrometer skrup, oli, minyak, air dan alkohol.

Alat Ukur:

  1. Jangka Sorong
    Fungsi: mengukur panjang, diameter luar maupun diameter dalam suatu benda. Selain itu, bisa juga untuk mengukur kedalaman lubang atau bangun ruang, misalnya tabung.Jangka sorong bisa digunakan untuk mengukur benda-benda yang tidak dapat diukur menggunakan mistar
  2. Mikrometer Sekrup
    Fungsi mikrometer sekrup sebenarnya memiliki kesamaan dengan alat ukur jangka sorong. Alat ini bisa menghitung panjang, tebal, dan diameter sebuah benda kerja. Ketelitian alat ukur mikrometer sekrup 10 kali lipat lebih tinggi dari jangka sorong.
  3. Stopwatch
    Alat yang digunakan untuk melakukan pengukuran durasi waktu yang diperlukan maupun yang sudah berlalu.
  4. Gelas Ukur
    Gelas ukur ini berfungsi untuk mengukur volume larutan yang akan digunakan.
  5. Multimeter
    Alat ini berfungsi untuk mengukur besaran-besaran dalam elektronika.
  6. Viskosimeter Oswold
    Alat ukur untuk menghitung viskositas larutan atau fluida yang digunakan dalam penelitian.
  7. Termometer
    Termometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur suhu ataupun alat yang digunakan untuk menyatakan derajat dingin atau panas suatu benda.